Sabtu, 07 Oktober 2017

STANDAR DAN PANDUAN AUDIT SISTEM INFORMASI

STANDAR DAN PANDUAN AUDIT SISTEM INFORMASI


ISACA

ISACA adalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata kelola teknologi informasi yang didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1967. Awalnya dikenal dengan nama lengkap Information Systems Audit and Control Association, saat ini ISACA hanya menggunakan akronimnya untuk merefleksikan cakupan luasnya di bidang tata kelola teknologi informasi.
ISACA didirikan oleh individu yang mengenali kebutuhan untuk sumber informasi terpusat dan bimbingan dalam bidang tumbuh kontrol audit untuk sistem komputer. Hari ini, ISACA memiliki lebih dari 115.000 konstituen di seluruh dunia dan telah memiliki kurang lebih 70.000 anggota yang tersebar di 140 negara. Anggota ISACA terdiri dari antara lain auditor sistem informasi, konsultan, pengajar, profesional keamanan sistem informasi, pembuat perundangan, CIO, serta auditor internal. Jaringan ISACA terdiri dari sekitar 170 cabang yang berada di lebih dari 60 negara, termasuk di Indonesia.
      Sifat khusus audit sistem informasi, keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan audit SI memerlukan standar yang berlaku secara global
     ISACA berperan untuk memberikan informasi untuk mendukung kebutuhan pengetahuan
      Dalam famework ISACA terkait, audit sistem informasi terdapat Standards, Guidelines and procedures
      Standar yang ditetapkan oleh ISACA harus diikuti oleh auditor.
      Guidelines memberikan bantuan tentang bagaimana auditor dapat menerapkan standar dalam berbagai penugasan audit.
      Prosedur memberikan contoh langkah-langkah auditor dapat mengikuti penugasan audit tertentu sehingga dapat menerapkan standar.
      Namun, IS auditor harus menggunakan pertimbangan profesional ketika menggunakan pedoman dan prosedur.

ISO 1799

 menghadirkan sebuah standar untuk sistem manajemen keamanan informasi yang meliputi dokumen kebijakan keamanan informasi, alokasi keamanan informasi tanggung jawab menyediakan semua pemakai dengan pendidikan dan pelatihan di dalam keamanan informasi, mengembangkan suatu sistem untuk laporan peristiwa keamanan, memperkenalkan virus kendali, mengembangkan suatu rencana kesinambungan bisnis, mengikuti kebutuhan untuk pelindungan data, dan menetapkan prosedur untuk mentaati kebijakan keamanan.

COSO

The Comitte of Sponsoring Organizations of the treadway commission’s (COSO) dibentuk pada tahun 1985 sebagai alinasi dari 5 (lima) organisasi professional. Organisasi tersebut terdiri dari American Accounting Association, American Instititue of Certified Public Accountants, Financial Executives International, Instititute of Management Accountants, dan The Institute of Internal Auditors. Koalisi ini didirikan untuk menyatukan pandangan dalam komunitas bisnis berkaitan dengan isu-isu seputar pelaporan keuangan yang mengandung fraud.
Secara garis besar, COSO menghadirkan suatu kerangka kerja yang integral terkait dengan definisi pengendalian intern, komponen-komponennya, dan kriteria pengendalian intern yang dapat dievaluasi. Pengendalian internal terdiri dari 5 komponen yang saling berhubungan. Komponen-komponen tersebut memberikan kerangka kerja yang efektif untuk menjelaskan dan menganalisa sistem pengendalian internal yang diimplementasikan dalam suatu organisasi. Komponen-komponen tersebut, adalah sebagai berikut:
 1. Lingkungan pengendalian
 2. Penilaian resiko
 3. Aktifitas pengendalian
 4. Informasi dan komunikasi

 5. Pemantauan

Analisis resiko

ANALISIS RISIKO

Analisis Risiko adalah suatu metode analisis yang meliputi faktor penilaian, karakterisasi, komunikasi, manajemen dan kebijakan yang berkaitan dengan risiko tersebut. Tahapan kegiatan analisis risiko antara lain meliputi: identifikasi hazard, proyeksi risiko, penilaian risiko, dan manajemen risiko. Penilaian risiko dapat dilakukan secara kuantitatif atau kualitatif.

1. Identifikasi Hazard
Dalam aktivitas identifikasi, maka informasi yang akan didapatkan adalah tipe hazard dan magnitude hazard.

2. Proyeksi Risiko
Proyeksi atau estimasi risiko dilakukan untuk me-rating risiko berdasarkan kecenderungan bahwa risiko tersebut akan menjadi kenyataan dan segala konsekuensi dari masalah yang berhubungan dengan risiko tersebut. Proyeksi risiko merupakan komponen utama dalam tahap penilaian risiko.

Tahap ini meliputi: penetapan skala yg merefleksikan persepsi kecenderungan suatu risiko (skala dapat bersifat kualitatif ataupun kuantitatif), menggambarkan konsekuensi dari risiko, menetapkan dampak dari risiko, dan ketepatan secara menyeluruh dari proyeksi risiko.

3. Penilaian Risiko
Risiko diberi bobot berdasarkan persepsi dampak dan prioritas. Dampak merupakan fungsi dari 3 faktor yaitu:
-       Kecenderungan akan terjadinya kejadian.
-       Lingkup risiko, merupakan kombinasi tingkat keparahan dan jangkauan distribusi risiko.
-       Waktu dan lamanya dampak dirasakan.

4. Teknik Penilaian Risiko
Teknik penilaian risiko dapat dilakukan secara kualitatif atau kuantitatif.
Karakteristik penilaian kualitatif meliputi tipe efek kesehatan, estimasi frekuensi pemajanan (harian, mingguan, bulanan), lokasi hazard dalam hubungannya dengan tempat kerja. Sedangkan karakteristik penilaian kuantitatif meliputi data pengukuran pemajanan, konsentrasi zat, angka kesakitan/kematian, modeling analisis konsekuensi dari pemajanan terhadap hazard dan modeling frekuensi pemajanan.

a.    Penilaian Kuantitatif Risiko    
Kuantifikasi terhadap suatu risiko akan sangat tergantung pada kondisi nature hazard, kemudahan utk diukur (measurable) dan adanya suatu standar yg dipakai. Untuk mengkuantifikasi risiko, ketiga komponen risiko (frekuensi, probabilitas dan hasil jadi atau outcome) harus bisa diekspresikan secara matematika (modeling). Modeling merupakan teknik untuk melihat pola kejadian.
Frekuensi dapat diekspresikan dengan menggunakan data riwayat pemajanan atau incident record. Probabilitas dapat dibuat skala dengan rentang nilai ( 0 < P < 1 ). Hasil jadi (outcome) atau konsekuensi dari hasil pemajanan terhadap suatu hazard dapat diukur sebagai berikut: jumlah kasus kematian atau cedera, kasus sakit serius dan biaya kerusakan (lost cost). Kelemahan penilaian risiko kuantitatif, antara lain sifatnya sangat natur sehingga tidak memperhatikan persepsi dan perlakuan terhadap hazard.
Hal lain yang dapat dilakukan secara kuantifikasi, misalnya untuk modeling kebakaran (fire and explosion). Penilaian kuantitatif risiko ini pada umumnya sangat aplikatif untuk chemical atau process engineers. Contoh penilaian kuantitatif, misalnya penentuan LD50 dan LC50. Keduanya adalah modeling utk penilaian lethal dose dan lethal concentration dengan pengukuran durasi pemajanan, konsentrasi atau dosis hazard dan hasil jadi (kematian).

b.    Penilaian Kualitatif Risiko
Metode penilaian risiko secara kualitatif terkesan subjektif dan memberi peluang multiinterpretasi dan debat. Persepsi risiko bisa bervariasi untuk setiap orang. Ada beberapa metode yang dapat diterapkan

·         Fine’s Risk Score
Fine’s risk score adalah model untuk melakukan penilaian risiko dengan formula sbb: Risiko adalah hasil pengalian faktor-faktor yang terdiri dari: konsekuensi x faktor exposure x faktor probabilitas (R = C x E x P).
Ketiga faktor tersebut diklasifikasikan dalam beberapa kelas dan diberi rating.  Hasil perhitungan risiko (risk score) dapat dipergunakan untuk memperkirakan kejadian, mengalokasikan resources dan mengontrol hazard. Maka apabila sudah dapat men-score risiko, dapat dilakukan kalkulasi biaya untuk intervensi.
·         TTC Hazard Rating System
TTC hazard rating system mempergunakan huruf alfabet untuk me-ranking risiko.
Kriteria level: severity, probabilitas dan biaya untuk intervensi
Model ini berguna untuk komparasi penilaian risiko dari berbagai hazard dan bermanfaat utk membuat list prioritas untuk kebijakan pengendalian hazard.

·         FLAME Model
FLAME Model merupakan kelanjutan dari Fine’s risk score dan TTC Hazard Rating system.
FLAME menghitung nilai risiko dengan mengkombinasikan beberapa variabel: Frekuensi dari proses, kecenderungan timbulnya hazard, antisipasi kerugian, misi dampak, karyawan/sistem yang terpajan.
Model risiko : R = log x, dimana x = F x L x A x M x E
F = Frekuensi             score: 1 – 100
L = Kecenderungan    score: 1 – 100
A = Antisipasi kerugian score: 1 – 100
M = Misi dampak        score: 1 – 100
E = Karyawan yang terpajang
Very high risk  score: 8
High risk          score: 6 — 7,99
Substansial risk score: 4 —5,99
Possible risk    score: 2 — 3,99
Doubtful risk score: < 2,00



jenis-jenis audit teknologi sistem informasi

JENIS-JENIS AUDIT

Audit teknologi informasi atau information systems (IS) audit adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.
Berikut ini merupakan Jenis-Jenis Audit
Jenis – jenis Audit :
Jenis audit berdasarkan kelompok atau pelaksana audit, audit dibagi 4 jenis yaitu:
1.    Auditor Ekstern Auditor ekstern/ independent; auditor yang bekerja di kantor akuntan publik yang statusnya diluar struktur perusahaan yang mereka audit. Umumnya auditorekstern menghasilkan laporan atas financial audit.
2.    Auditor Intern Auditor intern bekerja untuk perusahaan yang mereka audit. Laporan audit manajemen umumnya berguna bagi manajemen perusahaan yang diaudit. Oleh karena itu tugas internal auditor biasanya adalah audit manajemen yang termasuk jenis compliance audit.
3.    Auditor Pajak Auditor pajak bertugas melakukan pemeriksaan ketaatan wajib pajak yang diaudit terhadap undang-undang perpajakan yang berlaku.
4.    Auditor Pemerintah Tugas auditor pemerintah adalah menilai kewajaran informasi keuangan yang disusun oleh instansi pemerintahan. Disamping itu audit juga dilakukan untuk menilai efisiensi, efektifitas dan ekonomisasi operasi program dan penggunaan barang milik pemerintah.

Jenis audit menurut tujuan pelaksanaan audit
1.    Audit Atas Laporan Keuangan/Financial Audit
Audit Atas Laporan Keuangan/Financial Audit adalah audit untuk menentukan kesesuaianinformasi terukur yang akan diverifikasi dengan kriteria tertentu sepeti GAAP atauStandar Akuntansi yang berlaku umum (PSAK).
2.    Audit Operasional
Audit Operasional adalah penelaahan bagian dari prosedur atau metode operasi suatuorganisasi untuk menilai apakah sumber daya ekonomi yang tersedia telah dikelola secaraekonomis, efisiensi dan efektifitasnya. Hasilnya berupa rekomendasi perbaikan operasi.
§ Efektivitas : Efektif yaitu tercapainya tujuan atau manfaat. Dalam melakukan pengujian,kita dapat mengukur efektivitas kegiatan dengan merinci tujuan audit sebagai berikut:
Output yang dihasilkan sesuai dengan yang direncanakan, baik dari segi
jenis/spesifikasi, kuantitas, maupun mutu.
§ Efisiensi : Efisien yaitu hubungan antara input dengan output. Efisiensi terjadi jikasejumlah output tertentu dapat dicapai dengan jumlah input yang lebih kecil.
§ Ekonomis : Ekonomis/hemat berhubungan dengan perolehan input untuk pelaksanaankegiatan, yaitu bila harga/nilai input menjadi lebihrendah/murah/hemat.
3.    Audit Ketaatan
Audit Ketaatan adalah audit atas ketaatan auditee terhadap prosedur atau aturan tertentu untuk memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan, tentang kesesuaian antara kondisi/pelaksanaan kegiatan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang telah ditetapkan baik aturan yang ditetapkan perusahaan maupun aturan yang ditetapkan oleh atau dengan pihak luar seperti pemerintah , bank , kreditor atau pihak lainnya.
4.    Audit Investigatif

Audit Investigatif adalah memperoleh kepastian tentang ada tidaknya penyimpangan atau kecurangan dalam pelaksanaan kegiatan/operasional kantor.

Minggu, 23 April 2017

Animasi Banjir



Pembuatan Animasi Tentang Banjir Menggunakan PowerPoint
Abstrak
Suatu informasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk tidak membuang sampah ke sungai tentu sangat perlu diterapkan di dalam kehidupan masyarakat, karena dampak dari akibat membuang sampah di aliran sungai mengakibatkan aliran sungai tersumbat hsehingga dapak menyebabkan banjir. Maka dari itu dalam hal ini penulis ingin memberikan sedikit gambaran tentang bencana banjir di Jakarta yang akan  dibuat dalam sebuah “pembuatan animasi tentang banjir di Jakarta”, dalam pembuatan animasi ini tentunya penulis mengharapkan bahwa kita sebagai manusia dapat menjaga kebersihan lingkungan dan sadar akan betapa pentingnya menjaga ekosistem alam dengan baik. Dalam pembuatan animasi ini diperlukan beberapa objek diantaranya background, gambar awan, mobil, hujan dan air berbasis gif, dan ada pula aplikasi yang kita butuhkan dalam pembuatan animasi ini adalah Photosop dan Microsoft Power Point. Adapun hasil akhir dari pembuatan animasi tersebut akan di simpan dalam format PPT.

Pendahuluan
Latar belakang Masalah
Seiring kemajuan teknologi banyak hal bisa dilakukan secara instan. Sering manusia melakukan hal apapun agar tujuannya tercapai tanpa memikirkan dampak bagi alam. Sebagai contoh di Indonesia banyak terjadi bencana alam. Contohnya adalah banjir. Banjir adalah genangan air yang meluap yang tidak bisa menampung lagi volume air yang semakin besar. Dari tema animasi kelompok kami yang bertemakan banjir kami berupaya untuk membuat animasi tersebut. Diperlukan kesadaran manusia sedari dini, tindakan nyata, penanggulangan dan sosialisasi kepada masyarakat umum untuk menjaga lingkungan sebelum terlambat. Menggunakan IT menjadi sebagai salah satu media untuk membantu dalam proses sosialisasi. Beberapa contoh melalui video dengan durasi yang tidak cukup panjang. Kurangnya video yang menarik dan cerita yang belum dirancang menyebabkan saat proses sosialisasi berlangsung menjadi kurang menarik. Dari beberapa kendala maka penulis melihat peluang untuk membuat animasi dengan konsep animasimengenai kerusakan lingkungan menggunakan microsoft power point. Teknik animasi di powerpoint merupakan suatu terobosan baru dari penulis agar proses sosialisasi dan edukasi yang dilakukan lebih maksimal mengenai pesan – pesan yang akan disampaikan. Maka penulis memutuskan untuk membuat penulisan dengan judul "Pembuatan animasi tentang banjir di jakarta" dengan menggunakan Microsoft Power Point.
Landasan Teori
Power Point
Microsoft Power Point adalah program komputer yang dikhususkan untuk presentasi. Microsoft Power Point ini merupakan pengembangan dari Microsoft lainnya. Aplikasi Microsoft Power Point ini pertama kali dikembangkan oleh Bob Gaskin dan Dennis Austin sebagai presentator untuk perusahaan bernama Forethought, Inc yang kemudian mereka ubah namanya menjadi Power Point.
Pada 1987, Power Point versi 1.0 dirilis dan komputer yang didukungnya adalah Apple Macintosh. Power Point kala itu masih menggunakan warna hitam/putih, yang mampu membuat halaman teks dan grafik untuk transparasi overheadprojector (OHP). Setahun kemudian, versi baru dari Power Point muncul dengan dukungan warna, setelah Macintosh berwarna muncul ke pasaran. (Aqila Smart, 2012: 65).
Sejak tahun 1990, Power Point telah menjadi bagian standar yang tidak terpisahkan dalam paket aplikasi kantoran Microsoft Office System (kecuali Basic Edition). Versi terbaru adalah Microsoft Office Power Point 2007 (Power Point12), yang diliris pada November 2006, merupakan sebuah lompatan yang cukup jauh dari segi antar muka pengguna dan kemampuan grafik yang ditingkatkan. Selain itu, dibandingkan dengan format data sebelumnya yang merupakan data biner dengan ekstensi. Power Point versi ini menawarkan format data XML dengan ekstensi. (Aqila Smart, 2012: 66).

Photoshop

            Aplikasi adobe photoshop adalah program komputer yang merupakan perangkat  lunak atau software yang di gunakan untuk pengolahan gambar/foto, dapat di gunakan untuk memanipulasi foto sehingga hasil foto lebih menarik. Suyati, (2008 : 1).
Aplikasi  Adobe Photoshop pada dasarnya merupakan aplikasi pengolah gambar,  namun seringkali  Volume 1 Nomor 2  Mei 2012 pula ia digunakan untuk mengubah tampilan suatu objek, misalnya teks atau tulisan. Adobe  Photoshop bukan pengolah kata, tapi ia dapat membuat beragam  efek menarik untuk  mempercantik tampilan gambar dan teks. Kaeruddin, (2005 : 13)
Aplikasi program adobe photoshop adalah program yang berorientasikan untuk mengedit, memodifikasi, maupun memanipulasi gambar atau foto, pengaturan warna yang semakin akurat, penggunaan fasilitas efek dan filter yang semakin canggih, dan fasilitas pemodifikasian tipografi teks yang semakin unuk dan fantastik. Agung, (2011 : 2)
Adobe Photoshop adalah salah satu sofware untuk mengolah foto ataupun gambar, dengan adobe photoshop kita dapat memperbaiki dan mempercantik foto yang ingin kita cetak dengan menambahkan efek dalam
foto tersebut, sehingga foto yang biasa menjadi sebuah foto dengan tampilan yang berbeda dan menarik.
Kelebihan dari Adobe Photoshop: (1) membuat tulisan dengan effect tertentu, (2) membuat tekstur dan material yang beragam, (3) mengedit foto dan gambar yang sudah ada, (4) memproses materi Web.Sedangkan
Kelemahan dari Adobe Photoshop dalam menciptakan Image adalah bahwa Adobe Photoshop hanya bisa digunakan untuk menciptakan Image yang statis, dan juga dengan berkembangnya versi Photoshop sekarang ini spesifikasi Komputer untuk menjalankan program Adobe Photoshop juga harus sudah tinggi dan yang pasti akan diimbangi oleh harga yang tinggi pula.
Dasar dari teori editing adalah ketika seseorang melihat satu shot atau gambar dan berlanjut ke shot lainya, secara alamiah akan menghubungkan atau ber asosiasi menjadi rangkaian yang utuh. Inilah dasar sederhana dari teori editing. Editing foto adalah merencanakan dan memilih serta menggabungkan kembali potongan gambar yang diambil para editor untuk disiarkan dalam bentuk modifikasi gambar (Nardi, 2011: 47).




Pembahasan
Cara Membuat Animasi di PowerPoint
Untuk artikel kali ini penulis akan berbagi cara membuat animasi di powerpoint serta cara mengubah / menconvert file powerpoint agar menjadi file video yang bisa di buka tanpa menggunakan progam powerpoint. Sekedar flasback power point merupakan salah satu aplikasi bawaan microsoft office yang biasanya sering di gunakan untuk keperluan presentasi, namun tidak jarang juga Ms power point di gunakan untuk membuat animasi sederhana.
Cara untuk membuat animasi di power point bisa sobat simak pada penjelasan berikut ini :
  • Pertama silahkan buka program aplikasi Ms power pointnya di Start >> All Programs >> Microsoft Office >> Microsoft Power Point
  • Kemudian anda tentukan animasi yang ingin dibuat di power point, misal dalam contoh kali ini kita akan memuat animasi banjir di Jakarta. maka caranya adalah tambahkan objek-objek yang di perlukan misal di sini saya menambahkan objek, diantaranya background, mobil, awan, hujan, matahari,  dan air yang akan dijadikan naik seperti banjir, dari clip art dengan memilih menu Insert >> ClipArt pada search clipart klik tombol Go dan pilih gambar yang di inginkan.
·         Selanjutnya adalah menentukan animasi yang sobat inginkan, caranya pilih objek yang akan di kasih animasi “mobil” kemudian klik menu Animation, pilih Add Animation dan pilih animasi yang menurut anda paling sesuai/menarik. Salah satunya mode motion path lalu bias pilih alur objek tersebut.

·         Silahkan coba jalankan slide shownya, dan jika sudah berjalan sesuai harapan berarti tinggal menyimpan (save).
Adapun agar bisa di jalankan tanpa menggunakan power point, kita harus menconvert “mengganti” menjadi file video (.mwv) sehingga nantinya animasi tersebut bisa berjalan tanpa menggunakan power point. berikut cara mengganti ke menjadi video pada power point :

·         Pilih menu File >> Save As, pada file yang akan dijadikan file video tadi.

·         Kemudian pada bagian Save as type sobat ganti menjadi Windows Media Video (.wmv)

·         Terakhir pilih tombol Save, maka anda sekarang sudah bisa menggantinya menjadi file video (.wmv)
Kesimpulan
Pada pembuatan animasi ini dapat digunakan dalam aplikasi apa saja, salah satunya  adalah microsoft power point. Pada microsoft power point iniuntuk membuat animasi harus sediakan terlebih dahulu tema yang kita ingin buat, lalu objek yang ingin digunakan dan juga sound yang pas pada tema tersebut. Animasi yang di pakai juga harus sesuai dengan gerakan objeknya. Pada pembuatan animasi ini harus memperhatikan ketelitian, kecermatan dan keselarasan antara objek, latar dan sound. 
Berdasarkan hasil animasi dan pembahasan keseluruhan, khususnya pada daerah Jakarta maka kesimpulan yang dapat ditarik oleh penulis adalah sebagai berikut :
1.      Daerah  Jakarta ini terjadi banjir disebabkan oleh pemukiman padat penduduk, saluran air yang diperkecil, alih fungsi lahan, tidak ada resapan air, dan pembuangan sampah yang liar.
2.      Karena daerah ini sering di datangi banjir, maka warga yang menjadi korban banjir yang selalu terkena dampak nya, seperti :
a.       Ancaman wabah penyakit
b.      Aktivitas masyarak terganggu
c.       Ancaman penyakit diare
d.      Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk
3.       Cara mengatasi banjir di daerah Jakarta adalah :
a.       Membuat daerah resapan air yang lebih luas lagi, dan jangan memperkecil saluran air yang sudah ada.
b.      Mengkaji ulang tata kota daerah Kebagusan, untuk mengetahui titik-titik daerah banjir.
c.       Membuat tanggul baik yang permanent atau non permanent dirumah masing-masing    yang selalu terkena banjir.
d.      Dan di himbaukan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah pada tempatnya.
e.       Jangan mendirikan bangunan di lahan yang memang rawan banjir.
Saran
Marilah Kita Menjaga Lingkungan Ini Agar Tidak Terjadi Hal-hal yang tidak Diinginkan Semisal Banjir. Lingkungan ini adalah lingkungan kita yang penting untuk dijaga kebersihan dan kelestariannya untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Jaga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga merupakan kewajiban bagi kita agar terhindar dari bencana banjir yang akan membawa bencana yang lainnya, seperti kematian yang diakibatkan penyakit yang menyerang saat banjir.

Daftar Pustaka
Jurnal tentang pembuatan animasi
pembuatan film pendek action format 3d Jurnal media informatika vol.11 no.1, februari 2015
Dibuat Oleh :
Eva Dwi Permatasari
Luky Amanda
Muhammad Deny Adam
Muhammad Ferry Rahman
Muhammad Ilham
Muhammad Uxy
Rangga Adrian
Sarah Amanda
Yusuf Muhammad